Oleh : Lubab el-Zaman
Oh, rintik air tangis menertawakanmu
di saat kau tampilkan senyum
tapi hatimu tersayat, terluka.
hatimu terdiam,
menutup diri bersama kenangan
yang terkubur dan terdinding merapat,
sebagai sejarah usang yang terlupakan.
Tangismu hanya tersimpan,
tak berdaya menampakkan diri dengan wajah kedukaan.