Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Februari 2011

SENJA YANG KUSUT

Cipt: Muhammad Nasrun

Setiap pagi aku belajar
Supaya cerdas dan pintar
Akan tetapi masaku sirna begitu saja

Minggu, 09 Januari 2011

SENJA YANG KUSUT


Cipt: Muhammad Nasrun
Setiap pagi aku belajar
Supaya cerdas dan pintar

Selasa, 05 Oktober 2010

Kata hati pujangga:"Rayuan maut"

Bunga setaman
Mutiara-mutiara di lautan
Waktu hidup yang berjalan
Semua kuberikan untukmu,
demi kamu,
demi kebahagiaan.

Kata Hati Pujangga:"Buang!!"

lubab el-zaman

Buang!
Buang saja ragaku
dengan penuh deru ucapmu.
Ragaku terpental menjauh dari hadapmu
jika engkau dalam hati tak suka pada ragaku.
Aku rela,
abaimu menyambut kecut,
terlempar diraut mukaku.

Kata Hati Pujangga:"Kupu-Kupu Impian"

Kamu berkata:
“Aku ingin meraih bintang impian”.

Tapi kau enggan keringat" menetes
tatkala sang surya menyambutmu.

Kata Hati Pujangga:"Dibalik Layar"

Aku menatap layar sendu
sebagai gambaran dunia nyata.
Bercerita,
tentang selembut hati gadis yang membawa derita
sakit, mengusik hidup
tak berdaya.

Kata Hati Pujangga: Menatap Pesantren Buntet

Oleh : Lubab el-Zaman




Menatap Pesantren Buntet
termakan zaman
terkikisnya nilai santri
hanya tertambal dari lintas harum mewangi Kiai Priayi.

Kata Hati Pujangga:"Dilema Pelajar"

Oleh : Lubab el-Zaman




Mereka mencari mutiara pengetahuan
berlelah payah sampai peluh meleleh.
Melahap tentang kata terindah atau kata terburuk
di ruang majlis terhormat.

Kata Hati Pujangga:"Apa Kabar Pagi"

Oleh : Lubab el-Zaman




Suasana pagi mengulang kembli.
Tak ada perubahan di suasana pagi.
Tetap kau hadirkan kesejukan dan aroma khas
dan di hias titik" embun di lembar daun.
Sejukmu tetap kutunggu,
Menikmati sampai hadir mentari yang akan menghangatkanmu.

Kata Hati Pujangga:"Manusia dan Mutiara Ilmu”

Oleh : Lubab el-Zaman


Serangkai kata yang berjejer tertib
memberi kilau sebagai petunjuk hidup
petunjuk jalan di kala mata berkabut,
di saat pemandangan haruslah tersingkap.
Rangkai kata itu bagai mutiara
Yang sanggup memberi pesona mulia
yang merubah hidup, merubah kebudayaan.

Kata Hati Pujangga: “Aku Suka Tanpa Cinta”

Oleh : Lubab el-Zaman



Cinta kehadirannya membawa luka
Dengan lembut jarinya,
mencengkram dinding hati
seakan meminta dengan paksa untuk menggapai kekasih
Walau terjal dan berliku
hati tersiksa pedih di saat menyusurinya
tapi tetap diap pasrah menuruti.
Tapi kenikmatan lukanya
membuat ia lupa terlukai.

Kata Hati Pujangga: “Suaramu Memanggil”

Oleh : Lubab el-Zaman



Kala malam
dengan warna kelamnya,
dengan sejuk hembus anginnya,
dengan gemerlip cahaya rembulan dan bintang yang mempesona.
Kala itu aku rebahkan badan
dengan alunan nafas tenang
dalam ketidakesadaran nyawa

Kata Hati Pujangga: “Aroma Wangi”

Oleh : Lubab el-Zaman




Dalam ruang kamarku
terpajang kisah tentangmu.
Bukanlah, engkau itu cuma hiasan
bukan.
tapi, dirimu adalah bunga kenangan
menyelimuti dengan sejuta kata, sejuta rasa
menebarkan aroma wangi
tentangmu, pujaan hati.

Kata Hati Pujangga: "Tangis Dibalik Senyummu”

Oleh : Lubab el-Zaman




Oh, rintik air tangis menertawakanmu
di saat kau tampilkan senyum
tapi hatimu tersayat, terluka.
hatimu terdiam,
menutup diri bersama kenangan
yang terkubur dan terdinding merapat,
sebagai sejarah usang yang terlupakan.
Tangismu hanya tersimpan,
tak berdaya menampakkan diri dengan wajah kedukaan.

Kata Hati Pujangga: "Setitik Iba"

Oleh : Lubab el-Zaman



Janganlah kau begitu
janganlah.
Sekali lagi, janganlah kau begitu.
Dia keturunan adam yang punya cinta.
Kini cinta hadir begitu menyiksa.
hati terbebani dangan seonggok harap yang bersarang dan kian mengering.
kini dia butuh air hawa darimu.

Kata Hati Pujangga: Dua Sayap Burung

Oleh : Lubab el-Zaman




Sahabat
lihatlah burung terbang di angkasa raya
menari-nari
mengikuti irama udara
dua sayap memegang kendali
mengepak-kepak memainkan irama penuh arti,
arti kebersamaan
agar terjaga, dalam mengarumi alam tanpa penjara.

Kata hati pujangga:"Lembaran Haru"

Oleh : Lubab el-Zaman




Di kesejukan pagi
aku masuk dalam gudang gelap dan membisu
secercah mentari pagi menerobos lubang kecil pada jendela
yang tertutup dari kehidupan.
Kulangkahkan kaki bergerak menyempit,
terhalang kenangan-kenangan masa silam kehidupan.
Aku tengok penuh curiga
penuh tanda tanya.

Kata Hati Pujangga: “Mimpi Sahabat”

Oleh : Lubab el-Zaman




Sahabat
malamku memberi seindah mimpi
memberi semilir rindu
memberi sentuhan di kalbu
mimpiku menampilkan hadirmu
kau tersenyum malu.

Kata Hati Pujangga: "Semanis Kopi"

Oleh : Lubab el-Zaman



Meneguk semanis kopi
memandangku pada sejuknya pagi hari.
Dan dalam khayal,
memandangku pada seluas, sedalam samudra
samudra persahabatan kita
samudra yang tersimpan dalam bejana hati
bejana kehidupan.

Kata Hati Pujangga: “Lembutkah Hatimu?”

Oleh : Lubab el-Zaman




Terdengar suaramamu
Tatkala kau bersorak merdu pada seorang anak di deketmu.
kau alunkan nada,
bagai semilir angin lembut sore hari
sejuk dihati.
Tak sedikit pun nadamu adalah gemuruh gaduh.
Kuhanyut dalam lamunan, dan terbesit kata, “ Lembutkah Hatimu?”